Ku tahu yang kau mau
Tapi tak selamanya begitu
Air mengalir dari hulu
Ke hilir dia tertuju
Ku tahu yang kau mau
Daun di pohon tetap akan layu
Meski tanah masih basah
Burung terbang menghilang
Ku tahu yang kau mau
Memang beginilah adanya
Kalian sahabat selalu ku rindu
Ku bingkai dia dalam dada
Monday, March 7, 2016
SPRITE PUN HABIS
Friday, February 26, 2016
KEMARIN
Kemarin...
ya..rasanya baru kemarin aku terlahir di dunia
rasanya baru kemarin aku belajar merangkak
rasanya baru kemarin aku belajar berdiri
rasanya baru kemarin aku belajar berlari
ya...kemarin..
aku baru saja pulang sekolah
aku baru saja pulang mengaji
aku baru saja membantu orang tua
aku baru saja membantu orang lain
kemarin....
begitu jauh sudah aku tak bisa meraihnya lagi
begitu suram bayang dibelakang menghantui
begitu terang cahaya aku tak bisa melihat
begitu cepat ruang dan waktu terlewat
ah...kemarin...
Labels:
Etika,
Pengingat Hati,
Puisiku Puisimu,
Semangat Hidup
Monday, January 12, 2015
Pengembaraan Tiada Henti
Lama tak bersua
Begitu rindu menggodaHasrat bertemu kian membara
Meski hanya sekejap mata
Apa daya diri terhina
Kembali tak kan berguna
Begitu dalam goresan luka
Meski tertawa sakit di dada
Langkah tetap berirama
Ditinggal tanpa nada
Terus mencari sebuah asa
Asa yang dulu pernah ada
Labels:
Etika,
Pengingat Hati,
Puisiku Puisimu,
Semangat Hidup
Sunday, May 24, 2009
Cita-cita Mulia
Seorang anak harus punya cita-cita mulia
Agar dunia dan akhirat bisa tercapai
Cukup ilmu dunia dan akhirat
Mulia di dunia tanpa lupa Sang Pencipta
Bisa memimpin saudara dan bangsa
Menuju kesejahteraan dan kemuliaan
Semua itu tidak mudah dilaksanakan
Jika tidak ditanamkan cita luhur sejak kecil
Cita-cita harus dicapai dengan yakin
Menimba ilmu serta berbudi baik
Anak itu akan ditinggal orang tua
Tidak bisa kita elakkan kita pun akan tua
Negara kita butuh menteri baik hati
Butuh bupati mumpuni dan disegani
Butuh dokter master tidak keblinger
Ilmu agama menuntun kejalan benar
Butuh guru dan kyai banyak kelebihan
Ikut mengatur negara tanpa pamrih
Itu semua siapa yang menjalani
Kalau tidak anak-anak kita nantinya
Kecuali jika engkau hanya ikut-ikutan
Selamanya akan menjadi bulan-bulanan
Engkau sudi meninggalkan itu semua?
Demi kedudukan di kursi empuk
Tidaklah apa harus menggembala kambing
Asal ilmu bisa mewujudkan cita-cita
Saat muda rasul menggembala kambing
Di masa tua mendapatkan kemuliaan
Abu Bakar pedagang pasar
Memerintah rakyat dengan benar
Ali bin Tholib penjual kayu bakar
Tapi tangkas jika jadi panglima besar
Semua tergantung hati suci
Dengan ilmu serta tingkah laku jujur
Semoga kita semua bisa melakukan
Tapi Tuhanlah yang menentukan
Agar dunia dan akhirat bisa tercapai
Cukup ilmu dunia dan akhirat
Mulia di dunia tanpa lupa Sang Pencipta
Bisa memimpin saudara dan bangsa
Menuju kesejahteraan dan kemuliaan
Semua itu tidak mudah dilaksanakan
Jika tidak ditanamkan cita luhur sejak kecil
Cita-cita harus dicapai dengan yakin
Menimba ilmu serta berbudi baik
Anak itu akan ditinggal orang tua
Tidak bisa kita elakkan kita pun akan tua
Negara kita butuh menteri baik hati
Butuh bupati mumpuni dan disegani
Butuh dokter master tidak keblinger
Ilmu agama menuntun kejalan benar
Butuh guru dan kyai banyak kelebihan
Ikut mengatur negara tanpa pamrih
Itu semua siapa yang menjalani
Kalau tidak anak-anak kita nantinya
Kecuali jika engkau hanya ikut-ikutan
Selamanya akan menjadi bulan-bulanan
Engkau sudi meninggalkan itu semua?
Demi kedudukan di kursi empuk
Tidaklah apa harus menggembala kambing
Asal ilmu bisa mewujudkan cita-cita
Saat muda rasul menggembala kambing
Di masa tua mendapatkan kemuliaan
Abu Bakar pedagang pasar
Memerintah rakyat dengan benar
Ali bin Tholib penjual kayu bakar
Tapi tangkas jika jadi panglima besar
Semua tergantung hati suci
Dengan ilmu serta tingkah laku jujur
Semoga kita semua bisa melakukan
Tapi Tuhanlah yang menentukan
Subscribe to:
Posts (Atom)