Tangisan Tiada Akhir
Saat aku bangun pagi hari aku ingin bisa berbicara kepada-MU
walaupun hanya sepatah kata meminta pendapat-MU atau bersyukur kepada-MU
atas segala sesuatu yang indah yang terjadi dalam hidupku hari ini atau kemarin
tetapi aku begitu sibuk mempersiapkan diri untuk bekerja
beberapa saat aku tidak melakukan apapun dan aku ingin berbicara kepada-MU
tetapi kaki ini berlari ke telepon mencari kabar terbaru
ketika aku berangkat bekerja
ENGKAU dengan sabar sepanjang hari
merawat keluarga dan hartaku dan
aku terlalu sibuk untuk mengucap sesuatu kepada-MU
saat makan siang aku memandang ke sekeliling
aku merasa malu untuk berbicara kepada-MU
kulihat sekitar beberapa temanku berbicara kepada-MU
dan menyebut nama-MU dengan lembut
sebelum menyantap rizki yang ENGKAU berikan
aku tidak melakukannya
masih ada waktu tersisa dan aku berharap bisa berbicara kepada-MU
namun saat aku pulang ke rumah banyak hal yang masih harus kukerjakan
dan tugasku selesai, kunyalakan TV
melihat acara yang ada sambil menikmati camilan
baru kemudian aku bicara kepada-MU
tetapi kembali aku tidak berbicara kepada-MU
...terlalu lelah...akupun berangkat tidur
setelah mengucapkan selamat malam pada keluargaku
aku ke tempat tidur dan tertidur tanpa sapatahpun nama-MU
aku sadar bahwa ENGKAU selalu sabar menemaniku
tapi tak pernah kuhiraukan
terlalu banyak urusan dunia yang harus kuselesaikan
sebenarnya....
mulutku selalu berkata bahwa aku sayang kepada-MU
namun aku belum bisa menyapa-MU
setiap hari aku ingin selalu berada di dekat-MU
meskipun ENGKAU lebih dekat dari daguku sendiri
aku ingin mengucap sepatah kata, berkeluh kesah dan berdo'a
tapi lidah ini terasa kelu setiap kucoba menyebut nama-MU
dan langkah ini pun terasa berat menuju ke rumah-MU
hari...minggu...bulan...tahun...berganti-ganti dan selalu seperti itu
di suatu hari aku bangun dan aku ingin berbicara kepada-MU
dengan penuh harap dan cemas bahwa hari ini
ENGKAU akan memberiku sedikit waktu untuk menyapa-MU
...tapi yang kutunggu...tak pernah tiba
mengapa...mengapa...???
aku tidak bisa berbicara kepada-MU
kucari ENGKAU kesekelilingku...tapil....
yang ada hanya diriku sendiri
ditemani orang-orang yang sedang menjerit dan menangis pilu
juga kulihat beberapa dari mereka ada yang "tertawa"
...ohhhhhh...apa yang terjadi dengan diriku...????
duh GUSTI...ampunilah aku
rizki yang ENGKAU limpahkan, kesahatan yang ENGKAU berikan,
harta yang ENGKAU relakan, makanan yang ENGKAU hidangkan,
anak-anak yang ENGKAU rahmatkan, tidak membuatku ingat kepada-MU!!!
dan akupun menangis...menangis...menangis...sejadi-jadinya....
SastroDo
No comments:
Post a Comment
Suatu tanggapan adalah salah satu ilmu, berilah tanggapan yang bermanfaat bagi orang lain dan dirimu sendiri