Srengenge

Srengenge
Bagai sang Surya menyinari dunia

Wednesday, March 11, 2009

Imaginasi

sejak bertemu
malamku penuh bayang wajahmu
mata terpejam pikiran mengembara
tak tahu harus bagaimana

senyummu menggodaku
entah mengapa terjadi
bingung sendiri disini
seperti inikah dirimu

kau datang lalu pergi
meninggalkan luka hati
tanpa sepatah kata cinta
tanpa rasa rindu bersua

disini selalu menunggu
berharap hadir dirimu
menemani rasa lelahku
terbuai hangat pelukanmu

Bimbang

hati bertanya saat bertemu pertama kali dengan dirimu
tanpa rasa bersalah perasaan ini muncul begitu saja
antara senang dan takut beradu di relung hatiku
tanpa sadar bibir ini sebut sebuah nama

mengapa baru sekarang aku bertemu dirimu, setelah kumiliki seseorang
tak pernah bisa pikiranku berpaling dari wajahmu
kian hari hati diterpa rasa bimbang
mungkinkah langkah ini akan berlanjut

ribuan panah menembus jantungku saat menatap wajah cantikmu
pancaran wajahmu menggugah lamunan indah tentangmu
Kurasakan keharuman cinta telah menghancurkan ketenangan jiwaku
terasa malu-malu menggapai keindahan cintamu

aku tahu ini tak boleh terjadi, tapi aku tak mampu
setiap kali kucoba untuk melupakan bayang pesonamu
saat itu juga hadir di depanku senyum indahmu
dan kubiarkan panah menusuk menembus jantungku

maafkan aku yang telah berani membuat api asmara meski kau tak pernah tahu
membakar ruang rindu yang terpendam dalam hati ini
aku yakin dirimu pun seperti diriku, hanya engkau begitu kuat menahan rasamu
sesalku mencintaimu dan membuat diri terpuruk dalam hati

Fals Punya

mengapa aku tak berdaya
waktu kau bisikkan kata
tak tahu dimana ada getar terasa
saat kau di sampingku

aku diam seribu bahasa
hanya pandangi pesona
tak sanggup berjanji
aku cinta kau saat ini

entah hingga kapan
sungguh mati juwitaku
aku tak mampu beri angan
seperti kisah cinta putri salju

sungguh mati juwitaku
buang saja angan-angan itu
lanjutkan saja
rasakan apa yang di hati

Terpuruk

beberapa hari ini kau ada di depanku
namun kenapa hati ini beku
kau tak pernah peduli kan hadirku
batinmu tak pernah ingin ku tahu

hingga ambang batas keinginan
ku langkahkan kaki menjauhimu
namun tetap tak ku relakan
apa yang sebenarnya ada dalam kalbumu

cinta atau kah sebatas keinginan egois
ku terdiam sejenak tuk memutuskan
namun rasa ku pada mu tetap tak jua padam
kuputuskan untuk tetap di dekat mu meski teriris

hari pun silih berganti
namun kau tetap seperti dulu
acuh dan tak peduli

dan hingga batas waktu ini
slalu dan kan slalu kUpertanyakan
adakah engkau merasakan yang kurasa

kini kau pergi jauh
tanganku tak mampu memelukmu
kakiku tak mampu mengejarmu
mataku tak mampu menatapmu
teriak panggilku tak mampu kau dengar

ijinkan aku menangis
hingga airmata kering
jadikan hati bening
meski pedih perih mengiris